Skip to content
January 1, 2012 / anisahnurfajarwati

Sambel Wader Cak Mat

Tempat kedua yang kami kunjungi di Trowulan setelah Eks Museum adalah warung makan Cak Mat, warung makan ini berada persis di depan kolam segaran di Desa Trowulan. Kolam ini luaaaaaaaaaaaaaaaassssssssssssssss banget dan sepertinya lebih lebar daripada Sungai Brantas di belakang rumah saya. Konon katanya, kolam ini adalah kolam peninggalan Kerajaan Majapahit yang digunakan untuk Pesta Lempar Piring Emas. Raja Majapahit mengundang tamu2 dari berbagai wilayah untuk berpesta pora dan melempar piring emas ke dalam kolam yang sebelumnya telah dipasang jaring di dasar kolam, dan setelah tamu2 pulang piring emas tersebut diambil dan dikumpulkan sebagai cendera mata (apa ya maksud dari kegiatan ini? -_-a).

Warung Cak Mat menjual aneka lalapan dan botok (semacam pepes). Jenis ikan yang dijual di antaranya ada lele, mujaer, gurami, udang, ayam, dan yang paling khas dan special tentunya adalah ikan wader. Ikan wader adalah jenis ikan berukuran kecil dan lebih besar daripada ikan teri, ikan ini biasa hidup di sungai.  Cak Mat memasok ikan wader untuk warungnya dari pasar dan kolam segaran di depan warungnya.

Warung Cak Mat sangat sederhana, namun keramahan Cak Mat beserta istri dan anaknya mampu memalingkan kami dari teriknya matahari dengan sejumlah cerita seru tentang Trowulan dan candi-candinya. Sembari mendengarkan cerita, kami sempatkan untuk melihat ke dapur, saya ingin tahu bagaimana ikan wader tersebut diolah dari awal tahap pencucian-pembumbuan-penggrengan-pembuatan sambal –penyajian…. Hhhmmmmmmm….. yummmyyyy…. :D.

Menunya sangat sederhana, tapi cita rasa ikan wader yang garing dan renyah dipadu dengan sambal trasi yang fresh serta segelas es teh, mampu membayar lapar dan dahaga kami siang itu (maklum, anak kos makannya suka dijamak pagi+siang he3).

Senang dan puas rasanya mengahbiskan waktu di Trowulan, kekayaan peninggalan sejarah yang tak pernah habis ceritanya serta sajian kuliner yang menggiurkan. Hari sudah semakin siang dan teman saya akhirnya datang juga untuk mengambil berkas2 saya. Waktunya kembali ke Malang :D, meski berat tapi saya yakin suatu hari nanti saya akan kembali kesini untuk berpetualangan menguak sejarah Kerajaan Majapahit di Trowulan.

4 Comments

Leave a Comment
  1. gizhworld / Jan 2 2012 2:33 pm

    weder itu jenis ikan mbak?

    • anisahnurfajar / Feb 1 2012 1:20 pm

      yup, jenis ikan sungai

  2. cumilebay.com / Jun 27 2013 7:22 am

    Kalo ngak salah itu ikan bilis yaaa ???

    • anisahnurfajar / Jul 19 2013 9:39 pm

      wah kurang tahu ya, mungkin itu nama lainnya, cs di trowulan biasa disebut wader

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: