Skip to content
December 26, 2011 / anisahnurfajarwati

Just an Owl

Burung hantu alias owl, saya senang sekali dengan owl, berikut ini adalah cerita saya tentang burung hantu, eits…. tapi bukan burung hantunya Harry Potter si Hedwig dan bukan pula burung hantu yang imut-imut dalam film Legend of the Guardians of the Owls of Ga’hoole.

Nah, kalo ini Harry dan Hedwig, lucu ya??? 😀

Sudah pada nonton belum??? bagus lho ceritanya ^_^

Ada berbagai macam burung hantu yang pernah saya temui secara langsung, namun saya tidak tahu pasti jenis burung hantu apa yang saya temui. Kesenangan saya terhadap burung hantu berawal sekitar ±7 tahun yang lalu. Pada saat itu, rumah bagian utara telah selesai direnovasi dan entah mengapa sejak saat itu sering saya jumpai burung hantu bertengger di atas atap. Mulai dari burung hantu warna putih, hitam, dan kecoklatan. Mereka silih berganti bertengger di atap tersebut. Imuuuuuut……. Banggetttt…..

kiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!! imuutttttttnyaaa…………….

Itulah kesan pertama yang timbul dalam diri saya, ingin rasanya mengelus-elus bulunya tapi tangan ini tak menjangkau. Alhasil dengan melihat saja sudah cukup puas. Burung hantu tersebut datang setiap pagi setelah subuh dan pergi  menjelang malam. Setiap pulang sekolah selalu saya sempatkan untuk melihatnya dan mencoba untuk menyapanya walaupun tidak ada tanggapan sama sekali darinya. He3 itu sich wajar karena burung hantu termasuk jenis burung nocturnal, burung yang beraktivitas di malam hari. Menurut teori yang pernah saya baca dan pelajari semasa SMA dulu, burung hantu adalah kelompok burung yang merupakan anggota ordo Strigiformes. Burung hantu termasuk golongan burung buas (karnivora, pemakan daging) dan merupakan hewan malam (nocturnal). Seluruhnya terdapat sekitar 222 spesies yang telah diketahui, yang menyebar di seluruh dunia. Di dunia barat, hewan ini dianggap simbol kebijaksanaan, tetapi di beberapa tempat di Indonesia burung ini dianggap sebagai pembawa pratanda maut, maka dari itu namanya burung hantu. Namun, bagi saya itu tidak berlaku meskipun saya orang Jawa tulen.  Oh iya, di Jawa burung ini juga sering disebut dengan manuk dares yang arti namanya tidak ada hubungannya sama sekali dengan maut atau hantu (fufufufufufu……). Keistimewaan-keistimewaan burung hantu di antaranya adalah ketika pertama kali melihat burung hantu, kesan pertama muncul sorotan matanya yang tajam, benar sekali karena mata burung hantu sangat besar dan bulllaaatttt menghadap ke depan sedangkan jenis burung yang lain matanya ada di samping dan ini memudahkan mereka untuk menyeberang (he3 :p). Keitimewaan berikutnya dapat dilihat dari bentuk paruhnya yang bengkok dan jatuh ke bawah, tapi jangan salah paruh bengkok ini sangat tajam dan mampu untuk menyayat daging. Keistimewaan burung hantu lainnya adalah pada bagian wajahnya, bulu-bulu di wajahnya membentuk lingkaran wajah, tampilan “wajah” burung hantu ini demikian mengesankan dan terkadang menyeramkan. Satuuuu lagi keistimewaan burung hantu yang tidak dimiliki jenis burung yang lain, leher burung hantu mampu berputar 180o ke belakang, so jangan berani-berani ganggu dia kalau g’ mau di patok. Burung hantu memiliki perilaku yang sangat unik  yaitu dia kerap mematung dan tidak banyak bergerak, itulah sebabnya mengapa burung hantu di atas atap rumah saya tidak merespon panggilan saya 😦 .

Lucuuuuuuu…..

Di atas atap rumah saya memang sangat nyaman untuk beristirahat karena di atas atap tersebut masih ada atap lagi yang menaungi sehingga sangat teduh dan nyaman. Suatu hari ketika pulang dari sekolah, seperti biasa saya bersama adik saya yang waktu itu masih kelas 6 SD langsung menjumpai burung hantu yang bertengger di atas atap, kami kaget karena kami tidak mendapati burung hantu tersebut. Perasaan galau mulai muncul, adik saya terus bertanya “kemana burung hantunya ya mbak? Pergi kemana dia?”. Saya mulai berpikir apakah burung hantu tersebut bosan dan capek di atas atap sana? Lalu saya mencari-carinya di garasi mobil, di gudang, di dalam kamar mandi, di taman, bahkan di dalam rumah hingga senja mau datang dan saya baru sadar bahwa saya masih mengenakan seragam sekolah. Capek….., akhirnya saya memutusakan untuk menghentikan pencarian tersebut.  Ketika malam tiba, saya mendengar Ibu saya sedang bercerita dengan kakak saya, ternyata eh ternyata, burung hantu yang selama ini bertengger di atas atap adalah burung hantu milik tetangga yang sengaja dilepas karena tetangga saya sudah tidak sanggup lagi memeliharanya. Katanya memelihara burung hantu itu susah-susah gampang, kita harus menyediakan stok daging setiap hari dan jika malas membersihkan kandangnya,bau busuk dari sisa daging itu sangat menyengat. Hiiiiii….. jijiknya…. Lantas kemana ya perginya burung-burung hantu itu???? Mungkin mereka telah pergi ke tempat yang menyediakan banyak daging 😦 bye…bye… owl.  Sedih sekali…. sedikit menyesal karena momen2 indah itu tidak sempat terabadikan dengan kamera.  Sejak saat itu saya berkeputusan bahwa “suatu hari nanti saya akan memelihara burung hantu vegetarian” yup, meski konyol tapi itu mungkin saja terjadi… maka dari itu saya tidak akan memelihara burung hantu yang suka makan daging. Oke!!! Itulah sedikit cerita mengapa saya suka sekali burung hantu, dan meskipun belum bisa memilikinya secara real, tapi saya senang dengan gambar-gambar burung hantu yang spesial dibuat oleh adik saya untuk saya dan kakak saya , dan juga paper craft buatan teman saya untuk saya. Check this out!

ini adalah owl arsitek, karena saya adalah seorang Arsitek

owl dokter untuk kakak saya yang seorang Dokter 😀

owl versi wisuda

owl ini saya beri nama Owliana, cantik kan?

ini adalah owl paper craft buatan teman saya untuk saya ^_^

dengan sedikit edit adobe photoshop CS3, TARRRAAAAA…… jadilah: Owl kerja dulu ya……

Ini cerita Owl q, apa cerita Owl mu??? ^_^
fufufufufufu……

3 Comments

Leave a Comment
  1. hypnoturbulence / Feb 7 2012 1:35 am

    owl yang pake jilbab ada nggak mbak? mau satu :3

    • anisahnurfajar / Feb 14 2012 12:32 pm

      wah, boleh juga tuh…ntr dech klo luang q buat…fufufufufufu……

  2. rita / Feb 15 2019 1:50 pm

    terimakasih 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: